Rutinitas
Terkadang dalam fase perjalanan hidup kita semua mungkin "mengeluh" akan namanya rutinitas ini, ngga cuma di pekerjaan, tapi juga di gereja, keluarga, dan lain sebagainya.
Nah, disini saya ingin sharing kepada saudara semua sekalian tentang apa sih sebenarnya yang Firman Tuhan ajarkan tentang rutinitas ini? Apa dan bagaimana pandangan Tuhan kita tentang soal ini.
1. Dunia ini diciptakan dengan DNA rutinitas
Anda boleh baca Kitab Kejadian pasal 1, disana saja sudah ada rutinitas yang diciptakan Tuhan, bahkan diulang sampai 6x, yaitu "jadilah petang, dan jadilah pagi"
Ternyata Tuhan kita sendiri loh yang dari sejak mulanya menciptakan rutinitas itu dan Dia tempatkan kita manusia di dalam itu, seolah-olah kita manusia ini memang harus hidup dalam rutinitas.
Tidak cuma itu, tubuh kita pun diciptakan dengan mekanisme rutinitas : kita harus rutin makan dan rutin tidur supaya kita bisa tumbuh dengan baik, ngga ada manusia di dunia ini yang tidak rutin tidur dan masih hidup sampai sekarang.
2. Perintah-perintah Tuhan itu adalah rutinitas
Ya perintah/kegiatan yang Tuhan suruh kita lakukan itu pun juga rutinitas, beberapa contoh :
Keluaran 30:10 (TB) Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi TUHAN."
Ulangan 16:16 (TB) Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa
1 Korintus 11:25-26 (TB) Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.
Ibrani 10:24-25 (TB) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Jadi ya memang kita manusia ini, diciptakan dengan dna rutinitas, di dalam sebuah dunia rutinitas, diberikan rutinitas berupa perintah Tuhan.
Makanya heran kalau ada yang ngomong misalnya : "jangan jadikan kebaktian atau pertemuan gereja itu rutinitas." ya lucu jadinya kan ya, karena memang itu semua adalah faktanya rutinitas, rutinitas yang Firman Tuhan sendiri suruh kita lakukan.
Jadi bagaimana? Ya bukan rutinitasnya yang salah, karena itu akan tetap dan selalu ada. Kitanyalah yang harus berusaha untuk memahami dan mencintai kenapa kita rutin melakukan hal tersebut.
Sebagai orang Kristen kita harus bijak dalam memilih rutinitas yang kita jalani sehari-hari. Banyak-banyaklah memilih rutinitas yang mendekatkan kita kepada Tuhan dan menjadikan kita semakin serupa seperti Kristus.
Rutinitas seperti ke gereja, berdoa pribadi maupun bersama, datang ke kelompok kecil, dsb. Perbanyak hal ini dibandingkan dengan misalnya rutinitas lain yang tidak produktif misalnya mungkin nonton netflix
Dan kita pun harus paham dan mencintai tujuan dari rutinitas tersebut, misalnya contoh : ibadah di gereja, itu yang utamanya ya berhubungan pribadi dengan Tuhan, menyelenggarakan perjamuan kudus, memberitakan kematian dan kebangkitan Tuhan, saling menegor dan mendoakan. Ketika kita mulai merasa bosan misalnya, dan harus mulai kayak "menambahkan" aktifitas lain dalam ibadah tersebut mungkin seperti misalnya pengkotbahnya harus lucu, lagu-lagu nya harus bagus, suasana kotbahnya harus remang-remang, ya itu artinya masalahnya adanya di kita, bukan di rutinitasnya.
Yohanes 14:21 (TB) Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
Jadi sekali lagi, jikalau ada yang masih merasa bosan dengan rutinitas yang Tuhan suruh lakukan, atau berdalih butuh "aktifitas" lain supaya rutinitas tersebut jadi ngga "bosan", dan lain sebagainya. Cek lagi diri kita, sebab perintah Tuhan ngga pernah salah dan Dia yang menciptakan kita semua dengan DNA rutinitas pun ngga mungkin salah.
Bijaklah memilih Rutinitas yang membuat kita dekat dengan Tuhan dan semakin serupa seperti Kristus, jangan pilih rutinitas yang bisa merusak kerohanian kita atau semakin menjauhkan kita dengan Kristus.
Cintailah perintah-perintah yang Tuhan berikan yang memang adalah rutinitas.
Bahkan amanat agung itu sendiri pun adalah sebuah rutinitas loh.
Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
menjadi murid itu ngga akan cuma sekali dilakukan, itu adalah pertemuan rutin yang sengaja diulang supaya kita semua belajar untuk jadi murid Kristus sejati. Dimuridkan untuk memuridkan.
Hiduplah selalu senantiasa dalam rutinitas yang mendekatkan kita kepada Kristus dan menjadi berkat bagi sesama.
Tuhan Yesus Memberkati.
Komentar
Posting Komentar